Terima kasih telah berkunjung, Blog ini tercipta atas kerjasama kami dengan http://netkom-wifi.com
selaku distributor perangkat wireless terkemuka di tanah air.
Semoga dengan adanya tulisan-tulisan di blog ini bisa membantu anda dalam memahami dunia wireless.


Regards,


Cak Mad


NB :
Pingin sih buat Blog khusus tentang Korupsi, mengingat negara kita gak bisa Maju, faktor utamanya adalah Korupsi, karena Korupsi membuat hanya Pejabat saja yang Makmur, rakyat tetap terkubur, Korupsi membuat mental pelayanan publik menjadi memble, karena Birokrat kita hanya main gaple (sambil nunggu ceperan).












Thursday, May 21, 2009

Fitur Baru Senao Engenius EOC 2610


Setelah banyak menuai kontroversi dari posting sebelumnya maka sekarang kami haturkan, versi terbaru Senao Engenius EOC 2610, yakni dengan mengupgrade ke versi terbaru dari firmware EOC 2610, maka anda akan mendapati beberapa fitur terbaru dari Produk Wifi asal Taiwan ini, disamping itu juga mendapati adanya perbaikan yakni perbaikan pada sisi kestabilan perangkat, dimana pada firmware sebelumnya banyak ditemui complain dari para pemakainya, namun pada firmware baru 1.0.37 dan tidak lama kemudian disusul oleh versi 1.0.39 lebih "mendingan", gak bikin capek-capek amat, gak seperti sebelumnya.
Lebih menggembirakan lagi kita temui fasilitas-fasilitas baru yang belum dijumpai pada firmware sebelumnya 1.0.37, antara lain kita jumpai :
Di bagian Menu "System Properties", kita temui Mode : "WDS Bridge", dimana Senao EOC 2610
ini bisa berperan sebagai Repeater, meski dianjurkan hanya bisa berkomunikasi dengan perangkat sesama vendor. Tetap pada Menu ini, kita temui fitur istimewa yakni "Super Channel", dimana fitur ini biasa kita jumpai pada perangkat Mikrotik dan DD-WRT Lisence, dengan Super Channel maka EOC 2610 mendapat "Kelonggaran" channel yang lebih banyak, yakni ada tambahan 13 Channel lagi pada Frequency 2300 MHz, jadi bermanfaat bagi instlasi-instalasi di kota besar, dimana kondisi lingkungannya sudah padat oleh pemakaian Freq 2,4GHz, namun anda harus tetap waspada karena penggunaan frequency diluar Freq 2,4GHz harus tetap ada ijin lisensinya, kalau melanggar bisa-bisa anda harus menemani Saudara "Antasari Azhar" di Rumah Tahanan.
Pada menu berikutnya lagi-lagi Pabrik Engenius membuat kejutan, dengan menambah jumlah SSID yang bisa "dikeluarkan" oleh Engenius EOC 2610 ini yakni radio yang berpower max 600mw ini bisa mengeluarkan 4 (empat) SSID, dimana masing-masing SSID bisa memiliki SSID yang berbeda-beda sesuai kebutuhan kita.
Menu selanjutnya Wireless Advanced Settings, fasilitas barunya "Channel Bandwidth ", dimana kita bisa memperkecil lagi besaran spektrum frequency-nya mulai dari 5, 10, dan normal 20 MHz. fitur ini perlu juga bagi mereka yang ingin memperkecil dampak interferensi, namun kekurangannya adalah Troughtput kita akan mengalami penurunan. Fitur ini memang sebelumnya menjadi ciri khas dari Mikrotik dan Pabrikan Ubiquity. So meski begitu tetap kita acungkan jempol buat Engenius yang bisa memberikan alternatif bagi penggunanya.
Fitur lainnya ada di bagian "Management", ada tambahan menu "Diagnostics", yang berisi dua fitur baru yakni "Ping Test Parameters" dan "Traceroute Test Parameters", dimana cukup membantu kita dalam mengevaluasi kasil koneksi.
Jadi dengan fiur-fitur baru diatas agaknya EOC 2610 menjadi naik kelas, meski minus fitur-fitur baru tersebut, EOC 2610 juga memiliki kelebihan-kelebihan lain diantaranya, dia punya fasilitas
HTTP, SNMP and telnet management, dengan fitur Telnet ini anda bisa mengaksesnya melalui prompt Linux. Kemudian pada mode Akses Poin, anda bisa memonitor MAC Address client yang terhubung beserta kualitas RSSI-nya. Kelebihan lainnya adalah Pabrikan Engenius ini memiliki stock yang selalu terjaga, dan amat jarang kita jumpai kekosongan stock produk Engenius dalam kurun waktu lama, berbeda dengan merk Mikrotik, Ubiquity dan Finetic apabila kosong stock bisa memakan waktu hingga berminggu-minggu, dengan pengalaman 30 tahun berproduksi, Engenius mampu menjaga safety stock-nya.

13 komentar:

Anonymous said...

gimana nih untuk jarak point 2 point setelah di upgrade apa ada peningkatan dan tambah stabil?
andri-gresik

Cak Mad said...

Pengalaman sih lebih stabil, kalo ternyata gak stabil, berarti doa-nya yang kurang, he he he ...

Anonymous said...

kyknya yg versi 1.0.39 udah ada? apa kelebihannya dibandingkan versi 1.0.37?
andri-gresik

Anonymous said...

cak mad, mo nanya nih...aku mo bikin rt rw net. AP eoc 2610+omni OEM 15 dbi, tinggi tower kurang lebih 24 m. klo klient pake eoc 2610 juga tanpa antena external, jarak paling jauh klient kira2 berapa kilometer ya? maturnuwun...

Cak Mad said...

Mending kalo utk client pake sj Nano Station, lebih sensirif, minim bisa 2 Km daya tangkapnya tanpa antena external, cuma NS2 kalo pake external antenna loss dBi bisa 6 dBi, jelek dia kalo pake ext ant

Anonymous said...

Cak Mad,
1. Bagaimana cara menghubungkan 2 gedung atau lebih dengan jarak 50km? alat-alat apa aja yang diperlukan?
Saya dengar Wimax bisa mencapai jarak 50km. Selain Wimax, solusi apa yang cocok?
2. Jarak antar gedung tsb dihalangi oleh bukit, bagaimana cara mengatasinya?
Terima kasih banyak sebelumnya.

Cak Mad said...

Anda bisa menggunakan Motorola Canopy Backhaul yang punya teknologi NLOS untuk atasi daerah perbukitan

Anonymous said...

Sudah saya coba jarak 1,5km tanpa antena tambahan... di set 10mhz di frek 2,4... apakah itu melanggar... mantap dan stabil

Anonymous said...

Maximal client yang bisa dihendel oleh si eoc2610 ini brp? untuk transfer data paling tdk 512kbps per client?
Fajar Lmg

Anonymous said...

Tolong kasih tau dong seting super chanelnya, saya sdh pk firmware 39, tapi gak ketemu menu super chanelnya. mohon pencerahannya

Anonymous said...

tadi saya upgrade ke versi 1.1.13 lebih setabil koneknya -93dBm masih bisa terima 40 kbps cukup dibanding flexi dan fren, kemarin -89dBm sudah mogok kerja, ternyata upgrade FW itu ada pengaruhnya, saya lokasi makassar, jarak hotspot 5 km. siapa bilang EOC 2610 produk GAGAL??????????makanya jadi orang ya sabar

Anonymous said...

tadi saya upgrade ke versi 1.1.13 lebih setabil koneknya -93dBm masih bisa terima 40 kbps cukup dibanding flexi dan fren, kemarin -89dBm sudah mogok kerja, ternyata upgrade FW itu ada pengaruhnya, saya lokasi makassar, jarak hotspot 5 km. siapa bilang EOC 2610 produk GAGAL??????????makanya jadi orang ya sabar

Cak Mad said...

Firmware 1.0.39 udah gak ada lg super channelnya, setiap ada upgrade firmware, pasti perangkat bekerja lbh baik lagi