Terima kasih telah berkunjung, Blog ini tercipta atas kerjasama kami dengan http://netkom-wifi.com
selaku distributor perangkat wireless terkemuka di tanah air.
Semoga dengan adanya tulisan-tulisan di blog ini bisa membantu anda dalam memahami dunia wireless.


Regards,


Cak Mad


NB :
Pingin sih buat Blog khusus tentang Korupsi, mengingat negara kita gak bisa Maju, faktor utamanya adalah Korupsi, karena Korupsi membuat hanya Pejabat saja yang Makmur, rakyat tetap terkubur, Korupsi membuat mental pelayanan publik menjadi memble, karena Birokrat kita hanya main gaple (sambil nunggu ceperan).












Thursday, January 15, 2009

Mengenal Engenius Senao EOC 2610


Setelah kehadiran Nano Station yang cukup fenomenal, maka pabrikan Engenius gak mau kalah, mereka melaunching produk yang hampir mirip, yakni Senao EOC 2610, bentuknya bisa dilihat di gambar atas. Bedanya dengan Nano Station2 adalah powernya dari EOC ini lebih gede hingga 600 mw atau 28 dBm, bandingkan dengan Nano Station2 yang "hanya: 400mw atau 26dBm.
Fasilitas atau fitur-fitur yang lain hampir sama dengan Nano station.

Keunikan dari produk ini adalah kita bisa men-set-nya sesuai wilayah Region/Country, setting seperti ini jarang dimiliki oleh produk sejenis, ada lagi yang unik seperti setting "Spanning Tree Setting" yang berguna untuk mencari jalur terpendek dari sebuah lintasan, sehingga dengan kata lain hal ini digunakan untuk mencari solusi untuk membuat jaringan agar tidak memakan banyak jalur. Kemudian Operation mode dari radio buatan Taiwan meliputi; Access Point, Client Bridge dan Client Router.

Pada":Wireless Advanced Settings", kita juga menemukan berbagai fitur sepertil Data Rate yang berguna untuk menentukan besaran kecepatan trasfer rate data, hingga 108Mbps, bandingkan dengan Nano Station yang hanya 54Mbps, kemudian Transmit Power, dimana default dari Access Point ini hanya 20dBm, kondisi ini bisa dimaksimalkan hingga 28dBm (600mw) dimana besar powernya semakin jauh jangkauannya, lalu kesamaan dengan Nano Station, pada bagian ini kita juga bisa men-set perangkat ini untuk disesuaikan dengan jarak tempuhnya, mulai dari
1 Km hingga 30 Km.

Sementara untuk Securitynya sama dengan perangkat Wifi lainnya, EOC 2610 juga sudah support dengan WEP, WPA, WPA-PSK, dan WPA2-PSK. Jika berfungsi sebagai AP, maka kita juga bisa membatasi perangkat client yang terhubung berdasar MAC Address, yakni pada fitur "Wireless MAC Filter".
Secara fisik EOC 2610 sudah dilengkapi dengan antena panel sebesar 10dBi, jadi kita gak perlu nambahin antena lagi, karena antena yang sudah ada sekarang cukup besar powernya, cukup kalau untuk jarak antara 0-9 Km, kalau ingin menambah range jangkauannya anda bisa menambahkan antena Outdoor seperti Omni, Grid, Yagi dll, karena radio ini sudah dilengkapi dengan konektor SMA, jadi kita membelikan pigtail SMA Female untuk koneksi ke antena tambahan. Beda dengan Nano Station perubahan penggunaan antena tambahan bisa diatur dengan suatu tombol switching yang berdampingan dengan tombol reset, jadi performa radio ini dengan antena tambahan lebih meyakinkan dibanding dengan Nano Station. Kerennya EOC 2610 dilengkapi dengan chipset berkualitas yakni
Atheros AR2316 Single chip, Memory 32MB SDRAM, dan Flash 8 MB, setidaknya dengan persenjataan ini diharapkan Radio ini memiliki performance prospektif, tinggal waktu yang akan membuktikan. Namun pengalaman pendek juga membuktikan seorang user kami di Porong, Sidoarjo, menggunakannya diinstall berdampingan dengan Omni Finetic, mampu mencapai jangkauan 5 Km pada kondisi power hanya di-Set 25dBm atau hanya separuhnya belum maximal ke 28dBm, dengan Client menggunakan Edimax 7206APg dan Antena Grid Korea 25dBi.
Lampu indikator Link Quality juga menambah daya tarik perangkat Engenius ini, dengan indikasi : Warna Hijau menunjukkan kualitas link yang bagus, Kuning menunjukkan Sedang, dan Merah menunjukkan kualitas koneksi yang kurang baik. Keistimewaan berikutnya adalah Adaptornya memiliki daya yang cukup besar yakni 24Volt, ini menunjukkan keseriusan pihak Engenius untuk menjadikannya sebagai perangkat Outdoor.
Adapun saran kami mengingat besarnya gain power yang dimiliki hingga 600mw, maka gunakanlah secara bijaksana, seperlunya saja, jangan menggunakannya secara maximal kecuali jika kondisi mendesak, perhatikanlah lingkungan sekitar anda yang pasti akan terganggu jika anda menggunakannya dengan tidak bijak.
Sayangnya EOC 2610 ini tidak dilengkapi dengan fitur WDS atau repeater, tapi bisa dimaklumi juga dengan harga cukup murah kita bisa mendapatkan radio ber-power gede.
Tertarik ? Dapatkan di www.netkom-wifi.com

101 komentar:

Anonymous said...

Sudut pancarnya berapa tanpa antena tambahan....120' ?

Wilis said...

Sekitar 90*

Anonymous said...

minta tutorialnya pak, saya ingin beli tapi cuma mau dipakai untuk menangkap wifi free 1km dari rumah saya, sertakan pak tutorial instalasinya untuk windows xp, karena saya telah telpon ke kantor bapak kayaknya pelit sekali bagi ilmunya walau saya beli barangnya, mohon dibagi ilmunya pak sekalian beramal untuk kami yang gaptek banget susah kalau tidak ada manual indonesianya. Terima kasih

Wilis said...

Bukan karena kita pelit memberikan ilmu, tapi banyak sekali orang2 seperti anda dari jarak kiloan meter yg hendak nangkap Free hotspot,padahal realitanya nangkap hotspot dari jarak jauh itu susahnya bukan main,belum tentu perangkat yg harganya 10 juta ruiah bisa nangkap,masalah ini sudah kami berikan pencerahannya di blog ini, yakni pada posting Tgl 13 Agustus 2007, coba dibaca lagi.

iwansetiawan said...

Mohon bantuannya.
eoc-2610 error. Setelah saya reset saya tidak dapat login menggunakan username dan password defaultnya. ini sudah saya reset berelangkali, tetap tidak bisa login. ada solusi nggak.

Wilis said...

Yang anda lakukan adalah "Soft Reset",coba lakukan "Hard Reset"( sudah dijelaskan pada posting 17 Setp 2008), semoga berhasil

hadi said...

Apa AP ini bisa dijadiin Repeater? itu antena bawaannya sudut pancarnya brapa derajat? minat nih liatnya..

ricky said...

mas mau nanya.... cara update n dapetin firmware eoc 2610 dimana yah...? saya udah cari di google tapi ga nemu2...., apa belum ada...?
denger2 klo di update jangkaunnya makin lebih luas....
saya pakai extenal antena sectoral array 20dbi 180 derajat,padahal udah saya swith ke ext. tapi jangkauannya ga jauh juga....
masalahnya dimana yah mas....

Cronoart said...

oh ya saya juga udah ubah di firmware bawaanya untuk powernya... saya buat maksimal, dan jangkaunnya 30 Km. tapi ga jauh juga...saya sangat berharap untuk solusi masalah ini...
makasih mas...

Chrono said...

saya udah dapet untuk updatenya

http://www.dd-wrt.com/routerdb/de/findrouter.html#

cuma bingung.. ribet amat... ada cara mudahnya ga...

Wilis said...

Jika anda berkehendak utk update firmwarenya dengan firmware lain, pertimbangkan resikonya, dimana garansi bisa jadi gak berlaku lagi, sayank kan ?
Aku kira dgn power 600mw, asal instalasinya bener dan noisenya kecil, bisa kok

Wilis said...

Senao 2810, sayangnya ternyata gak ada fitur WDS,jadi gak bisa kalo buat repeater

Chronoart said...

apa karena pengaruh kabel power 50 meter...??
maksimal kabel powernya berapa meter ya...?
anehnya posisi eoc dibelakang dan antena sectoral array 20dbi 180 derajat didepan, tapi saya check pakai laptop dapetnya dibelakang, sedangkan di depan tidak dapet..., apa ga berfungsi..?
padahal udah saya switch ke external antena.
sangat butuh bantuannya mas...

Chronoart said...

maksud saya adalah dapetnya dibelakang rumah bukan didepan rumah... padahal posisi antena di depan rumah...,bukan di belakang...

Wilis said...

Panjang kabel UTP jika pake POE. tergantung akses poin, adaptor, dan kualitas kabel UTP nya, semakin berkualitas, semakin panjang, misal kita pernah pake Senao ECB 3220 dengan POE buatan sendiri, plus kabel UTP merk AMP, bisa capai panjang kabelnya hingga 100 meter

rio_8402 said...

mas, jangkauan eoc saya ga mencapai 1 km, padahal sudah saya pasang antena,
kabel UTP(belden original), poe (bawaan eoc) cm 15 meter,
dan ga da halangan untuk ke client, power juga udah saya naikin jadi 28,
dan led indikator sinyal saya dari pertama beli ga pernah menyala.
masalahnya dimana mas..?

Wilis said...

Coba cek, bisa jadi sambungan pigtail ke antena kurang rapat, atau terkena air hujan, biasanya musim hujan begini nanyak kasus seperti itu, sambungan kurang rapat, atau terkena air bisa membuat sinyal radio menjadi drop

kunchung said...

saya pake eoc 2610 untuk akses poin dan client bride. udah bisa kepakae,tapi anehnya,di site survey di client bridge nya ga pernah stabil klo di reset.. terus klo di pake downloads suka macet padahal bandwidth yang terukur sekitar 700 kbps.. mohon di kasih pencerahan ya... oh iya,jarak AP/CB sekitar 18-20KM. makasih mas....

Cak Mad said...

Ya itulah produk baru 2610, yg masih ada bugnya, saya jg pake kadang gak stabil, coba duipgrade ke firmware yg terbaru

kunchung said...

dapet update firmware yg terbaru nya dmn cak? terus, ada cara updatenya ada trik2 khusus ga? makasih...

Cak Mad said...

Ini link download firmware terbaru : http://www.engeniustech.com/datacom/products/resources.aspx?cat=7&ID=246

Rendy said...

Saya juga mengalamihal yang sama... saya set di 24 dbm dan jarak 5 km.. untuk ping ke client sekitar 1,5 km tanpa beban lancar.. tapi giliran dibebankan (buka web, transfer data) mulai deh banyak rto.. mudah2an dgn update firmaware bisa teratasi tks Admin dan Cak Mad yg sudah berbagi ilmu...

Cak Mad said...

Barusan kami alami hal yg sama di Mojokerto, namun setelah kami lakukan penggantian kabel utp di kedua sisi dgm merk AMP yg warnanya putih (sebelumnya Belden), kemudian kami upgrade firmwarenya ke versi 1.0.30, Alhamdululillah lancar sampe skrg

Anonymous said...

wah aku dah coba pakai 2610 jarak 22 km dengan antena grid hyperlink bagus coy... dapet singal -74 wah aku pakai download lumayan enjoy... tapi masih kurang stabil wwaktu site survay

Anonymous said...

mas sy py masalah yg sama, sudah reset berkali2 tp tetap gak bisa masuk pass defaultnya..sy dah coba cari hard reset yg mas mksd tp gak ketemu, pliz help me...

Cak Mad said...

ini linknya, silahkan diikuti petunjuknya http://my-wifi.blogspot.com/2008/09/mengatasi-linksys-ddwrt-gagal-flashing.html

Chronoart said...

Ternyataaa..... eoc 2610 di cap produk gagal dalam penggunaan AP
ini bagusnya klo digunakan sebagai client....

saran...: jangan beli eoc 2610 untuk penggunaan akses point..

Anonymous said...

link beritanya dimana mas? yg mengatakan eoc2610 produk gagal

Cak Mad said...

Gak juga, kami beberapa kali pake EOC2610 utk akses point, bahkan utk jarak jauh sekalipun tetap ok ok saja, yg penting sih man behind the gun..........

Si Arip said...

betol kata Cak Mad, eoc-2610 butuh "tangan dingin" untuk menjinakkannya, gak semudah perangkat lain. Butuh info lebih banyak dan trial & error di lapangan.
Salah satunya adalah bahwa eoc-2610 gak bisa langsung mengenali SSID dengan perubahan MAC Address AP. Artinya, jika perangkat AP diubah meskipun SSID tetap, eoc-2610 tetap gak mau connected ke AP tersebut. Casing yang tebal juga menjadi kendala tersendiri, disamping antena yang hanya 10dB. Tapi dengan ketelitian lebih pasti bisa. Dan memang, EOC-2610 lebih ideal sebagai WClient, karena fungsi router dalam mode tersebut.

Si Arip said...

Satu lagi, jangan terlalu terpaku pada power dan Distance. Kondisi dilapangan banyak mempengaruhi 2 parameter tersebut. Termasuk penggunaan channel (jika mode B/G).

Anonymous said...

ikutan nimbrung pakde,
betul mas Wilis, cak mad. saya lebih nyarankan lebih baik pake kabel AMP lebih stabil & ok banget. powerloss & dataloss lebih kecil daripada kabel abu2 yg jelas banyak palsunya dibanding originalnya. buktiin-nya gampang, jadiin aja usb-extender 15meter utk wajanbolic, bracket-hd atau apapun yg butuh power max 500mw pada satu port usb.

Cak Mad said...

Terima kasih Mas Arip dan lainnya atas masukannya

gunn said...

mas mau nanya neh ko eoc 2610 q gak bisa yah wirelessnya untuk menangkap wireless 1 km aja dapetnya - 96(INT) padahal los terus ko ga bisa stabil yah associatenya tiap direfresh langsung N/A lagi...gmna nie mas mohon petunjuk....:(

Anonymous said...

Hot new firmware!!!
http://www.engeniustech.com/datacom/products/resources.aspx?cat=7&ID=246

EOC-2610 v1.0.37 Change Log
Please see below for EOC-2610 v1.0.37 Firmware change log:
1. Supper Channel Support (2.3GHz)
2. Narrow Bandwidth Support
3. Built-in PING function in Web GUI
4. Built-in Trace Route function in Web GUI
5. PPTP function
6. MSSID support
7. VLAN support
8. Turbo G in CB,CR mode
9. WDS AP / WDS Bridge support
10. Add Prefer BSSID checkbox option in Wireless Network Page
11. change filed name “WDS Support” to “WDS Client” in Wireless Network Page
12. set WDS Client function disable by default
13. fix sitesurveyy incorrect signal value issue
14. fix WDS ageout issue
15. fix eth tx_bytes zero count issue
16. fix issue that if fragment length set to 256(or 500) and ping with size 189 (or 433), DUT will crash
17. fix data rate display wrong issue
18. fix issue that web display inconsistent wlanmode & channel, after changing country code
19. fix issue that If set DNS manual of WAN page, then client will get the same DNS IP rather than DUT IP. (Not support DNS proxy)
20. fix some config memory leak issue
21. fix issue that If LAN IP from static IP to DHCP IP, then gateway IP doesn't updare.
22. fix issue that multiple default gateway settings in route table
23. fix issue that source IP of packets from WLAN port contains a CR IP address instead of current IP address when change operation mode from CR (WAN:static IP) to CB

Chronoart said...

mantraaap....!!
mudah2an yang ini makin ok dan lebih stabil firmwarenya.

thanks y yang dah kasih info...

gunn said...

mohon bantuan semuanya....
gini ceritana..
eoc 2610 error..
setelah aq upgrae firmwarenya
pake OSWave_2.27R terus mau aq
balikin ke firmware bawaan(default)
langsung error gak mau di ping...
mohon bantuan /petunjuk....

Cak Mad said...

He he he ini sdh sering dibahas, ada yang bisa kasih masukan?

tentara tartar said...

Saya pake EOC 2610 sekarang sudah firmware terbaru untuk Hotspot saya, tower 15 m, konfigurasi pake UTP Belden USA 15 meter yg dah dicoba utk read/write flashdisk>OK , sinyal besar jarak 100m s.d 2km tetapi selalu hampir 90% "time out" jika di ping, untuk jarak di bawah 100m ping lancar tetapi kalo buat browse beberapa kali langsung "time out", saya sudah pake berbagai merk/chipset sebagai client baik USB/AP client/Laptop/dll/dll sudah saya coba2/chanel/bitrate/powertx/dll masalahnya tetap sama. mohon bantuanya, saya sudah satu bulan otak atik sampai gondrong belum berhasil

tentara tartar said...

ohya saya pake Omni IPcom 15 db, saklar sdh EXT, firmware terbaru, saya sangat membutuhkan bantuan/saran krn hotspot ini sangat berguna bgi ibu2/keluarga di komplek saya yg banyak ditinggal suaminya baik tugas di Libanon/afrika/maupun DalamNgri

Cak Mad said...

Agaknya Senao anda memang bermasalah, coba anda klaimkan garansinya

Chronoart said...

http://www.engeniustech.com/datacom/products/resources.aspx?cat=7&ID=246

udah dicoba tapi ga bisa di upgrade..!!! Error....

Chronoart said...

UPGRADE FIRMWARENYA GA MAU...!!!!

Si Arip said...

Aku sukses tuh upgrade ke firware terbaru.. dan sekarang pindah freq untuk keamanan dan kenyamanan..

Cak Mad said...

Kalo gak mau diupdate, coba bawa ke vendor anda, bisa jadi radionya bermasalah

Chronoart said...

pleaseee.... tolooong... error nih..... buset... antar langit.... dah 2 kali hang ini alat dari pertama beli....

tolong diliat untk upgradenya :

http://i148.photobucket.com/albums/s15/rio_8402/EOCERROR.jpg

Chronoart said...
This comment has been removed by the author.
Anonymous said...

ikutan ya.. @chrono setahu saya log ip eoc2610 defaultnya 192.168.1.1 kalaupun mode upgrade tetap pada alamat tsb bukan 192.168.1.2, saran saya coba reset manual dlm posisi on, kalau nggak salah 3-5detik alat akan restart/rebooting, ingat ip log defaultnya 192.168.1.1 bukan 192.168.1.2 jika tetap artinya memang bermasalah dari awal. siap-siap utk klaim garansi.
@tartar agak mirip kasusnya saya pernah ngedrop juga tuh lalu akhirnya cek tegangan listrik ternyata pln ngedrop, setlh listrik distabilkan baru ok lancar waalfiat. begitulah pengalaman saya. skrg saya pakai firmware versi 1.0.37

Anonymous said...

ngapunten nggih..., kalau nggak salah ada tool utk Ip Recovery Tools dan BOOTLOADER IP, berfungsi utk EOC-2610, EAP-3660 and ECB3500
namanya "ap51-flash.rar" bisa dicari kok, kalau blm mantep ada lagi cara manual lewat serial-port buat balikin bios-nya tapi blm nyoba nih.

Anonymous said...

ralat reset:

Reset Setting:
* Reboot (tekan 1 detik)
* Reset to Factory Default (tekan lebih dari 5 detik)

Anonymous said...

ralat reset:

# Reset Setting:

* Reboot (tekan 1 detik)
* Reset to Factory Default (tekan lebih dari 5 detik)

Chronoart said...

ya bisa juga pakai firmware baru...
rupanya karena listrik yang ga jelas...makanya ga mau....

makasih y semuanya.....^^

ada pertanyaan lagi nih...

bagaimana membagi lan dan internet untuk client....dalam satu AP di senao eoc 2610..?

maksudnya... jika ada client hanya membutuhkan jaringan Lan saja bukan internetnya.

Cak Mad said...

Anda bisa menggunakan Switch/Hub dari EOC2610 untuk sharing data dan internet dengan pengguna komp lainnya

tentara tartar said...

teman-teman saya mau tanya, apakah kalo AP kita set di superchanel apakah client biasa/laptop tetap bisa connect?????

Cak Mad said...

He he he nanti akan kita bahas pada posting selanjutnya

Anonymous said...

sobat,aku mau link AP eoc2610 anten internal jarak 5 km dengan radio pake anten grid power cuma 18dbm,mohon solusinya friend,trims
andri,pasuruan

Anonymous said...

Sobat,
Baru mau pake nih EOC2610.
Ada saran gak ?
Apakah menggunakan produk ini, atau ada yang jauh lebih baik untuk AP jangkauan 3km saja.
Mohon diberikan pengalamannya.
Thanks.

Chronoart said...

jika jadi ap sih menurutku... jangan...
karena eoc lbih stabil di client
sesuai pengalaman...
ini dah hank 5x eoc pny ku
sampai akhirnya diganti baru..

Anonymous said...

Saya butuh pertolongan nih.
Saya ada EOC 2610 dan Nano Station2.
Habis dicoba, ternyata EOC malah sulit menangkap SSID yang dikehendaki.
Untuk jarak, power, Data rate, dan setting-an lain sudah dibuat mirip dengan NS2 (Kecuali polarity), tetapi masih blm bisa. Padahal di tmpt yang relatif sama NS dpt konek dengan baik. Untuk keduanya (EOC & NS2) masih pakai antena internal.
Apakah ada setting yang kurang? ataukah perlu menambah external antenna untuk EOC?

panky said...

mas, bagaimana car4a setting eoc senao 2610 untuk hotspot ? saya ingung instalasi dan settingannya. mohon bantuan segera, terima kasih

tentara tartar said...

semua solusi sudah saya coba mulai pake Stabilizer Regulator, ganti kabel AMP tetapi masalah tetep tidak teratasi, Power supply adaptor Senao EOC 2610 punya saya terdapat tulisan "powertron electronics corp" Model PA-1015-3HE. Apakah ini bawaan Senao EOC 2610 atau saya ditipu ama toko tempat saya beli senaoEOC2610 dengan Power Supply bukan bawaannya, soalnya saya ukur Voltasenya hanya 23,8 volt sedangkan spesifikasi senao 24 volt, bentuknyapun beda dengan yg ada di internet, yg saya punya seperti charger HP yg bentuknya pipih ramping, sedangkan yg saya lihat di situs Eoc2610 bentuknya Gendut dan lebar, mohon penjelasanyya

Cak Mad said...

Jelas power supply yang dibawah standart akan memperburuk performance perangkat kita, karena adaptor adalah jantung kehidupan

tentara tartar said...

di situs dimanakah saya bisa melihat gambar Adaptor EOC2610 yang asli?

Anonymous said...

maav mas2, gw mw nanya, di t4 tgl gw ad free hotspot,, jaraknya sqtar 250m dari rmh gw!! klo gw mw konek dari laptop, apa perlu gw pake radio,, ato cma perlu antenax az???

mohon pencerahannya :)

Cak Mad said...

Kalo kondisi di sisi AP kuat powernya dan bener2 LoS (Line of Sights) pake Laptop sj bisa kok kalo hanya 250m

Anonymous said...

udh dicoba pake laptop az,,, tp g dapet sinyalnya!!

bagusnya pake ap y??

tentara tartar said...

dari semua permasalahan yg sdh saya posting sebelumnya, semuanya sdh teratasi dengan mencabut jumper port antena external yang melewati block IC ethernet yng menginduksi walaupun switch sdh di posisikan INT, sekarang Senao 2610 saya sdh berjalan normal tanpa kendala , walaupun sinyal kecil tapi Ping lancar, sdh saya coba ama berbagai merk sbg client >> still good, bagi rekan2 yg mempunyai kendala yg sama, hal ini patut dicoba ha ha ha

tentara tartar said...

anehnya dari dulu beli lampu sinyal indkator client gak pernah nyala, tetapi setelah saya pindahin jumper antena EXT ke samping dan pake Omni trus dijadikan sebagai client dgn tower 15 meter , AP yng dulu gak pernah bisa ditangkap walaupun cuma 600 meter sekarang sdh bisa connect. AP jrak 3km pun jadi bisa connect dan Lampu sinyal Indikator db jadi blinking ria membuat saya senang dan anakkupun jadi ikut senang karena bapaknya nggak marah2 lagi kalo ngotak ngatik senao EOC2610

Anonymous said...

Saya dah menggunakan firmware versi 39.... dibagian mana untuk menseting super chanelnya ? mohon pencerahannya

Anonymous said...

FW terbaru disini 1.0.39, Kmarin saya baru beli AP ini dan pas dilihat FW nya 1.0.40.
Kok bisa yah?

Cak Mad said...

Super Channel hanya ada di firmware versi 1.0.37, selanjutnya firmware baru sdh tidak ada fitur super channel, firmware terbaru saat comment ini adalah versi 1.1.13

Gak Perlu Judul! said...

Sekarang udah nyampe 1.1.15 di loco Singapore..

Free WordPress Themes said...

Sip bos

Anonymous said...

saya baru kemarin beli 2610, pakai untuk tembak hotspot, jarak 3km dari rumah saya makassar ada pohon mangga,gedung 3 sampai 5 lantai kiri kanan, tapi bisa tembus dengan signal 84-87 dengan power 27dbm, 8 hotspot warnet saya dapat plus harian fajar dari jarak 4 km, cuma heran pantatnya yang kuat terima signal kalau depan kurang, saya pakai belden ori 20mtr dan ketingian antena 8 mtr, klau dikasi tinggi 13 mtr malah signal 0, sekarang enak internet 24 jam free, rencana mau beli antena grid biar kuat download.

Anonymous said...

mas sy punya noc2610 stelah disetinga dan jadi beberapa hari kemudian kembali kesetingan defauld sendiri kira2 masalahnya apa ya ? mohon bantuannya

Cak Mad said...

Firmware 1.039 udah gak support lg dgn spr channel

pencari jawaban said...

saya punya senao eoc 2610 tp saya g tau cara setting untuk firmware g kyk AP yang lain, setelah saya mengikuti petunjuk dalam user manualx selanjutnya saya menggunakan antena outdoor tp setelah saya buka firefox problem loading eror,selanjutnya saya memasukkan pasword dan user tp halaman yang muncul kok blank, mnt pertolongannya para master

gus said...

bung wifi...aku yudis .aku punya senao 2610 aku set power 25db..jarak 20km...aku gunakan mode AP..tapi kok signalnya ga jauh beda sama dengan AP router netgear yang aku pasang...kenapa ya???dan kenapa juga lampu indikator linknya tidak pernah mau menyala..aku tidak menggunakan antena tambahan.thx

Anonymous said...

Ya lampu link indicator tidak mau menyala walaupun lampu indicator power,Lan dan Wan menyala..kenapa terjadi demikian dan bagaimana boleh diselesaikan ?

Cak Mad said...

Lampu indikator link hanya berlaku utk mode client saja, bukan utk mode AP

Anonymous said...

bbrp hari yg lalu beli eoc2610 trus tambahahin antena omni 19dbi tapi kok sinyal di dlm rumah dan tetangga kiri kanan cuman dpt 2bar (low) pake laptop, yg salah dimana yah?

Chronoart said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Cak Mad said...

Jelas antena dgn dBi besar bagus utk jarak jauh, kalo utk jarak dekat pake sj antena bawaannya, maka tetangga kanan kiri masih bisa nyambung,
kalo jarak ditas 2 Km maka akan terasa efek dari antena 19dBi tsb

uccang said...

ak punya eoc 2610 tapi ga bisa nagkap signal dari router merek engenius EOA3630 n jaraknya cukup dekat cm 1 kiloan..mohon pencerahannya

Cak Mad said...

Sebaiknya anda menggunakan antena tambahan --> antena external, misal antena grid

pakdesastro said...

mas, mo nanya..,
saya menggunakan EOC2610 utk AP.
client bisa konek ke AP, konek internetpun bisa, tapi client ke client lain gak bisa konek...,
bisa minta pencerahan untuk masalah ini??
terima kasih boss...,

Cak Mad said...

Itu memang salah satu fitur dari Senao utk meng-Hidden para Client-nya utk menghindari Scanning IP dan IP/MAC Spoofing dari intruder

pakdesastro said...

berarti senao ini gak bisa dipake jadi AP untuk WLAN, utk sharing data gt yah??

Anonymous said...

mo nanya nih..... aku punya nano station 2 dengan ketinggian tower 15 meter, aku mau tambah dengan antena external merk omni, kira-kira bagus ngga ya....... trus kira-kira mampu memancarkan signal 360 derajat ya.... n jangkauan signalnya sampai berapa jauh ya???????????

ism said...

Rencananya saya mau pasang senao eoc2610 plus antena omni, dan dipasang di ketinggian 15m dari tanah. Untuk perlindungan dari cuaca, apakah senao tsb perlu dilindungi lagi dengan box outdoor agar lebih awet?

Cak Mad said...

eoc 260 sudah dikondisikan utk penggunaan outdoor jadi gak perlu pake box lg

hasan langoday said...

saya ada problem dengan Radio ENgenius seri ini topologi P2P jarak kurang lebih 7 Km radio penerima NS2
Saat site survey pertama ketemu sinyal dengan baik namun berikutnya tidak ketemu lagi sampai bingung
antena penerima saya pakai greed kenbotong 2,4 ghz
ada solusi mas???

Cak Mad said...

Iya memang harus dilakukan pengecekan secara menyeluh mulai dari hardware hingga teknik pemasangannya

Anonymous said...

Buat Pak Hasan,.coba cek disini Pak,siapa tahu bisa membantu,biar fresh itu Device trobel terpecahkan :
http://www.kaskus.us/showthread.php?p=394597705#post394597705

Most Wanted said...

Mas saya mau tanya, engenius saya poenya saya ganti punya wireless 8610, trs tiba2 wireles nya g nyala, cm power nya aj yg kelap-kelip, kira2 itu knp y mas, trs solusi nya ap?, mohon bgt pencerahannya.. terima kasih..

yopy tovia said...

thanks infonya sangat mudah dimengerti...berapa duit tuh harganya...kira kira kalau ditambah yagi bisda tembus gak signalnya jika kehalang pohon yang rindang....tk

Cak Mad said...

Sebaik apapun antena kalo sudah terhalang, pasti akan turun performance-nya

Anonymous said...

kalau di jadikan hotspot, setinggan buat engenius eoc gmn mas

Cak Mad said...

Nah berita terbaru EOC2611 ini akan segera Discontinue, penggantinya adalah ENH200

Anonymous said...

mas, saya andika
numpang nanya nih, saya pake AP ini buat jaringan hotspot di perumahan , diameternya kira kira 2 km, saya pake antena omni juga,
kalo buat settingan yang maksimal gmana ya? mulai dari transmit power, fragment length, threshold sampe penempatan antenanya harus kayak gimana? dan efeknya gmana ya.
mohon pencerahannya ya! makasiii

Cak Mad said...

Pabrikan Engenius menggunakan setting standart itu sudah terbaik baik dari sisi stabilitas, througpuut ataupun awetnya radio, jika anda keluar dari standat yg pakem bisa mempengaruhi performance juga.