Terima kasih telah berkunjung, Blog ini tercipta atas kerjasama kami dengan http://netkom-wifi.com
selaku distributor perangkat wireless terkemuka di tanah air.
Semoga dengan adanya tulisan-tulisan di blog ini bisa membantu anda dalam memahami dunia wireless.


Regards,


Cak Mad


NB :
Pingin sih buat Blog khusus tentang Korupsi, mengingat negara kita gak bisa Maju, faktor utamanya adalah Korupsi, karena Korupsi membuat hanya Pejabat saja yang Makmur, rakyat tetap terkubur, Korupsi membuat mental pelayanan publik menjadi memble, karena Birokrat kita hanya main gaple (sambil nunggu ceperan).












Sunday, December 31, 2017

Mengenal Repeater Radio Komunikasi

Mengenal Repeater Radio Komunikasi


Meski dunia telekomunikasi digital semakin maju pesat, namun telekomunikasi konvesional seperti radio komunikasi juga masih banyak digunakan dan memiliki kelebihan tersendiri dibanding telekomunikasi digital.
Nah repeater radio komunikasi digunakan untuk memperluas jangkauan radio komunikasi seperti HT (Handy Talky) dan radio rig. Perangkat repeater juga terdiri dari 2 buah radio komunikasi seperti Rig ataupun HT juga bisa dipergunakan sebagai repeater. Namun umumnya epeater terdiri dari 2 buah radio rig, dimana satu buah digunakan sebagai radio Tx (Transmitter) dan satu buah lagi sebagai radio Rx (Receiver).
Disamping radio rig, kabel dan antena juga dibutuhkan, keunggulan antena dan kabel juga berperan penting dalam jauhnya tingkat radius jangkauan.
Satu repeater membutuhkan 2 set antena dan kabel, satu set untuk Tx dan satu set lagi untuk perangkar Rx, namun jika menghendaki hanya satu set antena dan kabel bisa menggunakan alat yang bernama Duplexer, dengan alat ini satu set antena bisa berfungsi sebagai Tx dan Rx juga. Duplexer juga berfungsi sebagai filter yang mengurangi noise helombang radio disekitarnya.
Tapi banyak praktisi yang berpendapat keunggulan 2 set (2 buah antena dan kabel) masih tidak tertandingi oleh duplexer, disamping itu harga duplexer built up berkualitas juga relatif mahal dibanding jika kita memiliki 2 set antena dan kabel.


Thursday, March 19, 2015

Spectrum Analyzer Murah dengan USB Dongle

Jual Spectrum Analyzer Murah dengan USB Dongle


Bagi anda yang senantiasa bergumul dengan perangkat radio komunikasi, anda tentu tidak asing perangkat yang namanya Spectrum Analyzer, bisa jadi perangkat ini menjadi barang wajib terutama bagi anda yang memang berbisnis di bidang radio komunikasi. Namun sayangnya harga instrumen alat ukur ini sangat mahal harganya, untuk yang merk branded harganya puluhan hingga ratusan juta rupiah, sedang merk Cina, harga paling murah masih sekitar belasan juta rupiah. Tapi di era teknologi informasi ini, kendala mahalnya perangkat ini bisa dicarikan jalan keluarnya, semenjak Realtek mengeluarkan chipset RTL RTL2832U dan chipset tuner R820, maka semua orang bisa membuat Spectrum Analyzer dengan harga Rp 1 juta rupiah saja, adapun yang dibutuhkan adalah USB Dongle RTL-SDR dengan chipset RTL2832U dan R820 dan software Touchstone — RF Spectrum Analyzer, adapun harga USB Dongle tersebut dipasaran Indonesia sekitar Rp 200.000-an, dan software itu juga harus dibeli karena versi Pro dengan harga $49, jadi total dengan kurs saat tulisan ini dibuat, harganya mencapai Rp 900.000, bandingkan dengan kita membeli Spectrum Analyzer lonvesional yang harganya bisa mencapai puluhan kali lipatnya. 


Memang banyak software yang gratis di internet untuk spectrum analyzer, namun umumnya rentang frekuensinya sangat sempit, sehingga sulita bagi kita untuk mengukur tingkat spurious yang dikeluarkan oleh radio komunikasi. Dengan software milik Touchstone yang relatif terjangkau ini kita bisa mengukur dengan rentang frekuensi yang cukup lebar hingga 1000MHz, meski secara default rentang frekuensi (Span Freq) dari aplikasi Touchstone Pro ini hanya 300MHz, dengan sedikit mengoprek kami bisa melebarkan span-nya hingga 1300MHz, adapun software versi gratis terbaik seperti SDR Sharp hanya memiliki span 3,2MHz, keunggulan berikutnya dari Touchstone Pro ini adalah kita bisa membuat report hasil pengukuran dalam bentuk format PDF, yang ditampilan dalam berbagai chart, yakni Spectrum Trace View, Waterfall History, Topographic Map, Delta View dan Threshold Trace. Terakhir kelebihan dari alat ukur USB Dongle ini, kita bisa menginstallnya pada Laptop ataupun Netbook sekalipun sehingga bersifat portable, ringan dijinjing, tidak seperti Spectrum Analyzer konvesional yang beratnya bisa mencapai diatas 5Kg dan memilki dimensi yang cukup besar sehingga merepotkan apabila dibawa kemana-mana. Sebenarnya ada kelemahan dari USB Dongle RTL-SDR ini yang malah justru menjadi keberuntungan buat kita, yakni antena bawaannya amat budek/tuli, nah ada 2 keberuntungan bagi kita, pertama, dengan ketulian ini kita tidak menginginkan ada pancarna-pancaran gelombang radio di luar yang masuk kedalam instrumen RTL SDR kita, yang akan mengakibatkan pembacaan atau monitoring kita menjadi terganggu, kedua, apabila gelombang radio terlalu kuat masuk akan mengakibatkan rusaknya alat RTL SDR ini, jadi dengan "ketulian" ini kita anggap sebagai pelindung/proteksi atau disebut juga sebagai attenuator alami.

Kami juga melakukan perbandingan hasil ukur 6 buah perangkat Handy Talky (3 buah merk Baofeng yang berlainan type, 1 buah merk Firstcom,1 buah merk Icom, dan 1 buah lagi merk Yaesu) dan selanjutnya kami komparasikan dengan Spectrum Analyzer konvesional, dan ternyata hasilnya tidak jauh berbeda, dan cenderung persis sekali. Keunggulan berikutnya dari USB Dongle ini dia bisa melakukan pengukuran range frekuensi mulai dari 24mhz – 1700mhz. Jadi anda bisa mengukur alat radio komunikasi mulai HF hingga UHF. Kesimpulan yang kami dapatkan dari pengukuran keenam HT ini adalah semua HT buatan Cina memiki kemiripan meski beda merk dan beda jenis, dan spurious yang dihasilan cenderung besar, kami menduga produk HT Cina yang beredar meski beda merk, sumbernya sebenarnya datang dari satu platform yang sama. Kemudian kami juga melakukan test radio rig lama dan second merk Icom dan Alinco, hasilnya adalah kedua radio rig bekas ini meski dari merk ternama Jepang, namun mengalami penurunan kualitas, spurious yang dihasilkan berbeda dengan radio baru. Jadi bagi mereka yang suka membeli radio bekas, hal tersebut memang harus dipertimbangkan kembali.
Demikian sekelumit review ini, semoga bermanfaat, apabila anda tertarik mengaplikasikannya silahkan hubungi kami di www.tokopemancarfm.net.