Terima kasih telah berkunjung, Blog ini tercipta atas kerjasama kami dengan http://netkom-wifi.com
selaku distributor perangkat wireless terkemuka di tanah air.
Semoga dengan adanya tulisan-tulisan di blog ini bisa membantu anda dalam memahami dunia wireless.


Regards,


Cak Mad


NB :
Pingin sih buat Blog khusus tentang Korupsi, mengingat negara kita gak bisa Maju, faktor utamanya adalah Korupsi, karena Korupsi membuat hanya Pejabat saja yang Makmur, rakyat tetap terkubur, Korupsi membuat mental pelayanan publik menjadi memble, karena Birokrat kita hanya main gaple (sambil nunggu ceperan).












Tuesday, September 30, 2008

Perang Elektronika, Era Kecanggihan Teknologi Wireless


Tahukah anda bahwa teknologi komunikasi berbasis wireless saat ini merupakan faktor signifikan yang menentukan kemenangan dalam peperangan militer, namun tentunya bukan hanya teknologi wireless wifi Freq 2,4GHz yang kita geluti sekarang melainkan teknologi wireless untuk komunikasi radio dan radar atau penginderaan dini.
Pada era abad 2000 ini dan era mendatang perang bagi negara-negara maju semakin meminimalisir peranan manusia atau tentara, mesin, elektronika, pesawat intai tanpa pilot, rudal penjelahah, radar, radio jamming, perangkat-perangkat berikut tersebutlah yang nantinya pegang peranan kalah menangnya pertempuran. Mundur Flash Back ya, kita ingat perang antara negara-negara Arab melawan Israel pada tahun 1982, majunya teknologi elektronika, diantaranya teknologi komunikasi wireless yang dimiliki dan dikuasai Tentara Israel berbicara banyak dalam kemenangan Israel. Di Lemba Bekaa, ratusan Tank Israel berhasil membungkam perangkat komunikasi Tank-Tank Negara Arab sehingga hampir 3000 Tank negara-negara Arab dihancurkan oleh Tank Israel, jadi dengan jumlah yang relatif kecil bisa membungkam jumlah yang besar karena kecanggihan teknologi, syukurlah karena peranan Uni Soviet yang mengancam tu
rut infiltrasi ke medan tempur membela sekutunya negara Arab, maka armada Arab berhasil diselamatkan. Kemudian pada perang Yom Kippur atau perang Ramadhan di tahun 1973 kecanggihan teknologi wireless tentara Israel berbuahkan hasil, jalur komunikasi kontrol darat terhadap pilot-pilot pesawat Suriah berhasil dikacaukan oleh perangkat elektronik dari Boeing 707 milik Israel. Sekitar 80-an Pesawat tempur AU Suriah terdiri dari MiG-21 Fishbed, MiG-23 Flogger, Su-22 Fitter berhasil dirontokkan, setiap pesawat tempur Suriah yang take off atau lepas landas ditumpas tentara Israel akibat kecanggihan Radar Israel dan kacaunya komunikasi pesawat Suriah akibat jamming dari radio wireless Tentara Yahudi ini, waduh 80-an pesawat tempur Suriah hancur oleh tidak kurang dari 14 pesawat tempur Israel akibat kecanggihan elektronika negara Yahudi ini.
Dalam perang Modern ini jumlah tentara yang banyak bukan jaminan untuk memenangkan pertempuran, kita tahu mengapa Cina yang berkekuatan 2,5 juta personel harus berpikir panjang untuk menggempur Taiwan, Cina sadar akan kecanggihan teknologi militer Taiwan yang notabene jauh lebih kecil jumlah personelnya, diantaranya Radar dan Rudal Taiwan termasuk yang terhebat di dunia. Jika tentara Cin
a memaksa menyeberang menuju Taiwan, mereka harus melalui Selat Taiwan sepanjang 160 km yang terkenal ganas karena bergelombang tinggi dan berangin kencang, dan kapal-kapal perang dan pengangkut tentara Cina akan menjadi sasaran empuk Rudal dan pesawat tempur canggih Taiwan, apalagi Amerika Serikat tidak mungkin tinggal diam sekutunya Taiwan digempur Cina.
Pada perang Malvinas tahun 1982 antara Inggris dan Argentina, sebanyak 134 pesawat tempur Agentina berhasil dilumpuhkan Inggris akibat kombinasi perang elektronik, pesawat tempur Sea Harrier, Rudal permukaan ke udara serta artileri anti pesawat yang dimiliki Inggris.
Bagaimana dengan Indonesia? Kabarnya Angkatan Udara Indonesia (AURI) pernah mencicipi kecanggihan perang elektronika dengan angkatan perang Amerika Serikat, yakni pada bulan Juli 2003 di atas perairan Bawean, dua pesawat tempur AS F-18 Hornet menghadang dua
pesawat tempur TNI-AU F-16, dalam insiden tersebut kedua Hornet AS sempat akan menembak jatuh kedua F-16 TNI-AU. dimana pesawat AS sudah berhasil melock/mengunci target pesawat TNI tinggal menembak saja, beruntunglah F-16 berhasil menghindar dengan melakukan manuver diantaranya manuver rocking the wing(menggerak-gerakkan sayap) merupakan isyarat international tanda perdamaian, dimana sebelumnya juga pesawat AS melakukan serangan Jamming namun berhasil dicounter pesawat kita.
Penulis juga sempat dicurhati mantan tentara TNI-AL, beliau pernah melakukan latihan bersama dengan tentara AS, waktu itu tentara Adidaya berhasil membungkam jalur komunikasi tentara kita dengan melakukan Jamming radio wireless komunikasi, akibatnya unit intelijen tentara kita tidak bisa berkomunikasi dengan satuan tempurnya, lalu sekonyong-konyong tentara AS sudah mengepung tentara kita,............. " ya matilah kita", ujar beliau tersebut.
Kalau saya mau jujur ya, menengok konflik militer Indonesia-Malaysia kemarin di blok Ambalat, laut Sulawesi, misal terjadi perang betulan antara Indonesia-Malaysia, mungkin Indonesia
akan kewalahan, mengingat perangkat teknologi militer Malaysia jauh lebih baik, diantaranya dilengkapi 8 pesawat F-18 Hornet serta 18 Mig 29 Fulcrum, lalu tidak ketinggalan pelatan tempur daratnya juga tidak kalah ketinggalan canggihnya seperti 300 tank tempur utama (T-72, T90, dan T-80 (Rusia); Mk3M (Inggris) Leopard IA5 (Jerman), dan K1A1 (Korea Selatan), tentunya diperkuat pula oleh sistem pertahanan Rudalnya yang kesohor ampuh itu.
Apalagi Doktrin pertahanan Malaysia semenjak tahun 1996 mulai berubah, dari Tentara Diraja Malaysia yang berorientasi ke Counter-Guerillia dan Counter Insurgencia ke arah pembentukan Tentara Malaysia Modern.

Disamping itu secara historis Malaysia, Singapura, Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat tergabung dalam Pakta Pertahanan ANZUS, dimana salah satu aturan sebuah pakta pertahanan, jika salah satu negara terancam militer oleh negara lain maka negara-negara yang tergabung dalam Pakta Pertahanan tersebut akan bahu-membahu membantunya, meski Malaysia tidak dibantu tentara dari ANZUS, namun dia bisa memaanfaatkan fasilitas militer milik ANZUS, misalnya saja Satelit Militernya AS atau pesawat AWACS, waduh kalau sudah kedua perangkat ini kepegang Malaysia, sudah gak tahu lagi dah................
Rumornya saja ketika presiden George Bush datang ke Indonesia beberapa saat yang lalu, perangkat seluler GSM ataupun CDMA lumpuh seluruh kota, akibat dari Jamming pesawat AWACS ini.
Namun beruntunglah saat ini Indonesia sudah memesan empat kapal perang Canggih jenis Corvette Sigma Class dari negeri Belanda, satu kapal sudah datang ke Indonesia bulan Agustus 2007 kemarin, KRI Diponegoro nama kapal TNI AL yang sudah datang ini kabarnya memiliki kapabilitas yang cukup bagus dalam menghadapi perang elektronika di masa mendatang. Seyogyanya Indonesia harus memiliki minimal 10 kapal perang jenis ini, sebagai matra pertahanan Laut Indonesia yang luas ini, bukannya menjual Indosat yang merupakan Aset Komunikasi terbesar ke pihak Singapura, akibatnya fatal menjual aset berharga ini ibarat memasukkan mata-mata asing ke Indonesia, ya siapa lagi yang jual kalo gak ulahnya para politisi busuk dan adventurir yang doyan uang.
Unntuk melihat jerohan kapal perang canggih ini anda bisa menikmatinya di http://www.youtube.com/watch?v=q_wFS6YaFKo, seraya ditemani artis cantik Nurul Arifin.
Memang benar apa yang dikatakan ahil Futurolog terkemuka, Alvin Toffler, "Barang siapa yang bisa menguasai Informasi, maka dia bisa menguasai dunia", pemeo ini juga berlaku di dunia militer, barangsiapa menguasai informasi maka dia memenangkan pertempuran, teknologi informasi militer saat ini bukan saja bisa menguasai informasi, bahkan bisa memanipulasi informasi.
Tepatlah seperti ayat pertama Al-Quran yang turun, merangsang kita untuk belajar dan menguasai informasi, yakni surat Al-Alaq, bunyinya " Iqro' !", artinya "Bacalah !".

Ingin mendapatkan penghasilan Dollar seperti saya?, Klik disini

3 komentar:

mizan said...

mas, ane daftar jadi pembaca setia ya.

Cak Mad said...

ok bos, ditunggu masukannya juga

Anonymous said...

Your blog keeps getting better and better! Your older articles are not as good as newer ones you have a lot more creativity and originality now keep it up!